IPM Mendukung Berdirinya Gerakan 1 Juta Rumah Baca untuk Indonesia

IMG-20130114-002966Yogyakarta –  Secara simbolis Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah menyerahkan bantuan buku kepada Rumah Baca Komunitas kemarin Selasa (15/1/2013). Rumah Baca Komunitas yang terletak di Kab. Bantul ini  merupakan perpustakaan komunitas dibawah LaPSI PP IPM (Lembaga Pengembangan Sumber Daya Insani) yang didirikan sebagai awal program pendirian Rumah Baca di seluruh Indonesia.

Seperti yang disampaikan, Ketua Umum PP IPM,  Fida ‘Afif, “Selain di sekolah, pelajar Indonesia membutuhkan markas sebagai tempat mencetuskan ide, gagasan, dan kreatifitas untuk membawa bangsa ini bersaing dengan bangsa lain. Bangsa yang maju adalah bangsa yang sadar akan pentingnya budaya membaca, berdiskusi, dan melahirkan gagasan baru untuk ditulis dan diaplikasikan di lingkungan. Markas yang paling sesuai ya taman baca atau rumah baca dan laboratorium.”

Buku merupakan alat memperoleh ilmu pengetahuan dan pencerdasaan, terbatasnya akses untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan lewat buku kiranya menjadi salah satu faktor menjamurnya budaya nol baca di bangsa tercinta ini. Lewat program ini IPM telah ikut memberikan warna dalam merubah keadaan bangsa ke arah lebih baik, dengan memberikan akses buku lewat perpustakaan komunitas yang didirikan, harapanya mampu menumbuhkan semangat membaca di kalangan pelajar. Selain itu perpustakaan dengan design sirkulasi peminjaman yang dibuka selama 24 jam dan dilengkapi dengan laboratorium hidup ini bisa menjadi tempat alternatif para pelajar mengisi kesibukan, tantangan dan ancaman dunia global yang tengah mengincar pelajar lewat budaya-budaya populer.

Ke depan perpustakaan-perpustakaan semacam ini akan menjadi jembatan untuk membumikan gerakan membaca dikalangan pelajar. Ikhtiar yang kecil ini merupakan pancingan dan rangsangan bagi segenap masyarakat untuk ikut memperbaiki keadaan generasi muda. Dukungan dan kesinambungan dari semua pihak, terutama pemerintah,  akan membantu mensukseskan program ini sekaligus mempercepat pemberantasan hal-hal negatif dikalangan pelajar. Afif juga menambahkan, “Pelajar Indonesia jangan pernah jauh dari buku dan membaca.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s