Menggali Potensi yang Pernah Hilang

Screenshot_13Aku senang mendapat kabar dari Ranting IPMku. Ada kabar baru bahwa PD IPM Lamongan akan mengadakan pelatihan Jurnalistik. Aku memang sudah lama menantikan moment ini. Hobiku ialah membuat berita, menulis, nge-blog. Saya sangat cinta dengan dunia Tulis menulis , cerpen saya pernah dumuat di penulismuda.com. Saat SMPN dulu saya pernah mengikuti ekskul jurnalistik. Pertama kali masuk ekskul saya menjabat sebagai layouter. Di tahun kedua, saya dipercaya menjadi ketua umum.

Saat saya memimpin di tahun kedua, Universitas Muhammadiyah Jember mengadakan pelatihan jurnalistik. Salah satu pemateri saat itu adalah Fida Afif (Ketua PP IPM sekarang). Sampai saat ini saya sangat ingat pada pelatihan itu. Didalam masa kepemimpinan saya, saya mengalami banyak problem. Diantaranya dukungan dari guru yang kurang untuk menerbitkan majalah, lalu masalah pelajaran yang keteteran karena terlalu banyak agenda, miss komunikasi dengan Pemimpin Redaksi. Hal-hal itu yang menjadikan saya kurang aktif. Setelah lulus SMP saya memutuskan untuk mondok  di Paciran- Lamongan atas kemuan saya sendiri. Saya ingin memperbaiki akhak saya, dan saya ingin menjadi orang yang imbang antara agama dan kehidupan umum. Saya ingat saat saya FORTASI (MOS) di MA (Madrasah Aliyah). Saya di tunjuk untuk maju mendeskripsikan amanat film yang di tontonkan kepada peserta. Keadaan saya saat itu sangat gemetar, bingung. Dahulu saya sangat PD (Percaya Diri) dan lancar bicara di depan saat masih aktif di ekskul jurnalis SMP. Saya sadar betul satu tahun tak aktif ternyata membawa dampak amat besar bagi kepercayaan diri saya. Saya punya planing untuk bisa lancar berbicara di depan dan bisa menghidupkan lagi hobi saya dalam dunia tulis menulis. Dengan datangnya kabar ini saya sangat senang, jadi keinginan saya untuk menghidupkan hobi saya bisa terwujud.

Tanggal 3 Mei 2013 menjadi hari yang sangat saya tunggu-tunggu. Akhirnya hari itupun tiba. Dengan bersemangat, saya bersiap-siap pukul sembilan sebelum akhirnya berangkat setelah sholat Jum’at pukul 13.00 WIB. Di dalam mobil saya berangan-angan menjadi jurnalis yang sedang mewawancarai narasumber nasional, Pak Presiden. Sekitar satu jam perjalanan dari Paciran ke Lamongan. Akhirnya rombongan saya sampai di SMP Muhammadiyah 8 Sukodadi. Saya dan kawan-kawan saya langsung ke asrama putra untuk menaruh barang-barang bawaan. Acara dibuka pada pukul 16.00 WIB. Acara di buka oleh PD Muhammadiyah Lamongan, PD IPM Lamongan dan PP IPM. Saya sangat terkejut , ternyata pematerinya adalah PP IPM. Ini adalah moment langka. Apalagi saya adalah anggota IPM Rangting Sekolah baru. Saya mengenal IPM baru saat bersekolah di MA Paciran. Saya sangat senang bisa mengikuti acara. Sambil membaca bassamallah perwakilan PP Muhammadiyah membuka acara, pada saat itu semangat saya tergugah.

Materi pertama dimulai dan di bimbing oleh Dzar Al Bana dari PP IPM. Materi awal ini merupakan pengenalan dasar jurnalistik. Sebelum memulai mas Dzar begitu saya memanggilnya, memulai dengan perkenalan antar peserta. Mula-mula semua peserta diminta untuk menyobek kertas satu lembar, lalu menulis nama lengkap, nama panjang, akun twitter, asal sekolah. Lalu kertas dikumpulkan dan di tukarkan antara peserta laki-laki dan perempuan secara acak. Alhasil satu persatu peserta membaca kertas milik peserta lain. Disanalah kami mulai akrab dengan semua peserta. Mas dzar membagi kami menjadi  tujuh kelompok dari tujuh puluh orang peserta yang terdiri dari sepuluh orang perkelompok. Kebetulan saya kebagian kelompok tiga. Saya berkenalan dengan anggota kelompok saya. Ada yang dari PC, Ranting Sekolah dan sebagainya. Sangat seru dan menambah saudara. Setelah tahap perkenalan antar peserta, mas Dzar memulai materinya yakni Pengenalan Dasar Jurnalistik. Kami dikenalkan tentang berita feature, macam-macam berita dan lainnya. Materi itu berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah itu di tutup dan di lanjutkan dengan tidur.

Keesokan harinya panitia mengajak peserta senam bersama di halaman SMPM 8 Sukodadi. Acara senam dimulai dengan sumbangan gerakan dari setiap peserta. Ada yang loncat-loncat, pemanasan dan lainnya. Pada setiap gerakan yang di sumbangkan mengundang gelak tawa dari semua peserta .Karena gerakan yang unik dan nyeleneh .Pukul 08.00 WIB kami memulai materi kedua yakni tentang Jurnalis Sebagai Dakwah. Pemateri kali ini adalah Mudhianto dari PP IPM.

 Kami di jelaskan dasar berdakwah dengan media jurnalistik. Materi ini berakhir sekitar pukul 11.30 WIB dan dilanjutkan ISHOMA (Istirahat Sholat Makan).

Acara dilanjutkan pada pukul 13.00,dengan materi yang di bawakan oleh Labib Ulinuha dari LaPSI (Lembaga Pengembangan Sumberrdaya Insani) PP IPM. Ia membawakan materi tentang cara menulis berita. Pemateri kali ini sangat seru. Kami dibuat tertawa terbahak-bahak dengan tingkah lakunya yang lucu dalam menyampaikan materi. Kami merasa enjoy dengan materi kali ini. Meskipun kami merasakan kelucuan pada diri mas Labib dalam menyampaikan materi, tetapi materi yang disampaikan tetap merasuk dalam otak saya terutama. Mas Labib Ulinuha mengakhiri materinya sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah sholat asar sebentar kami langsung Praktikum membuat Bulletin. Kami di beri beberapa modal untuk membuat bulletin se-kreatif mungkin seperti: spidol, kertas HVS A4, kertas origami, koran , lem dan lainnya. Kami harus menyelesaikan Bulletin kami ini tepat pada pukul 22.00 dan langsung dilanjutkan persentasi sampai jam 23.00 . Dalam proses pembuatan Bulletin, saya merasa senang, karena bisa bernostalgia dengan masa-masa SMP saat membuat majalah dan Bulletin. Semangat saya tumbuh dengan subur dan saya bertekat ingin mendalami jurnalistik untuk karir saya esok. Saya dibuat tercengang oleh kawan-kawan kelompok saya yang sangat kreatif dalam mendisign cover dengan kertas origami, menghiasi halaman dengan spidol warna, sungguh kreatif. Saya melakukan wawancara dengan salah satu pengurus Pimpinan Daerah IPM Lamongan. Saya sangat terharu pada saat itu, saya teringat pada kawan-kawan saya saat mengikuti ekskul jurnalistik SMP.  Akhirnya pukul 22.00 hampir tiba, kurang  5 menit lagi. Tapi bulletin saya kurang beberapa hiasan lagi. Kami sempat panik dengan waktu yang kurang sidikit lagi habis. Dengan semangat dan perhitungan yang baik akhirnya kami berhasil menyelesaikan bulletin kami. Kamipun diperintahkan untuk masuk ruang materi untuk memulai persentasi. Kelompok yang persentasi pertama kali ialah kelompok 2, saat kelompok 2 membuka sesi tanya jawab, banyak sekali peserta yang mengajukan pertanyaan. Pertanyaanya pun beragam. Ada yang menanyakan tentang filosofi lambang/cover, warna cover , rubrik dan sebagainya.  Setelah kelompok 2 persentasi, sekarang giliran kelompok saya untuk persentasi. Saat maju untuk persentasi saya merasakan deg-degan yang sangat hebat. Maklum saya sudah lama tidak aktif dalam oragnisasi. Saat kelompok saya membuka sesi tanya jawab sedikit sekali yang bertanya, saya sadar betul kalau bulletin dan cara persentasi saya dan teman-teman buruk. Tapi tak apalah, namanya saja saya belajar dari dasar lagi. Maklum banyak kesalahan. Karena waktu sudah menunjukkan 23.30 WIB kami diminta untuk menyudahi persentasi oleh pemateri yakni Labib. Sesi persentasipun di tutup dan dilanjutkan esok hari.

Ini adalah hari ketiga saya mengikuti pelatihan jurnalistik. Persentasipun dilanjutkan kali ini tinggal beberapa kelompok lagi untuk persentasi bulletin mereka, sebelum ditutupnya acara. Persentasi kelompok demi kelompok sangat seru disertai gelak tawa para peserta yang mendengar celotehan-celotehan lucu dari kelompok yang berpersentasi. Ada rasa sedih juga senang. Senang, karena saya bisa berkesempatan bertemu dengan Pimpinan Pusat IPM dan bisa bertemu semua cabang, ranting IPM se-Lamongan. Sedih karena saya harus berpisah dengan mereka semua. Sebelum penutupan Labib Ulinuha, Dzar Albana dan mas Mudhianto berbincang-bincang dengan para peserta untuk evaluasi tentang bulletin yang kami buat. Setiap bulletin pun di koreksi dan di komen oleh Labib Ulinuha. Ini menjadi ilmu bagi saya. Saya bisa memahami apa kekurangan dari Bulletin yang saya buat dengan teman-teman. Setelah Labib Ulinuha mengevaluasi Bulletin kami, Dzar Al Bana menambah sedikit pemberitahuan kepada para peserta bahwa acara penutupan akan di hadiri oleh Ketua Umum PP IPM yakni Fida Afif. Saya terkejut dan sangat senang. Saya bisa bertemu lagi dengan Fida Afif yang dulu pernah menjadi pemateri pelatihan jurnalistik saat saya SMP di  Jember. Sebelumnya saya tidak tahu kalau Fida Afif adalah Ketua Umum PP IPM. Saya pernah membuka Wikipedia Indonesia untuk mencari infomasi tentang IPM . Saya melihat bahwa ada tertera nama Fida Afif pada bagan kepemimpinan ketua umum PP IPM. Lalu saya mengecek ke facebook Fida Afif yang memang sebelumnya akun facebook kami sudah berteman. Saya menjadi yakin ketika Dzar Al Bana membukakan contoh website berita yakni muhammadiyah.or.id  , diposting pertama saya melihat foto Fida Afif bersama dua Siswi SMA Muhammadiyah 1 Lamongan memberikan penghargaan.

Ketika penutupan saya tercengang melihat Fida Afif. Saya benar-benar merasa kembali pada masa lalu ketika saya sedang aktif di bidang jurnalistik. Dalam hati saya bertanya-tanya. “apakah mas Fida Afif masih mengingat saat yang empat tahun silam menjadi pemateri saya?“. Saya sangat berharap ia masih mengenal saya. Dengan gagahnya ia duduk dibagian tengah kursi tamu undangan. Pandangan saya tertuju pada Fida Afif . Saat menyanyikan Mars IPM, jiwa saya seakan melayang dan merasakan semangat membara ber-IPM serta ber-Jurnalis, sambil menggempalkan tangan bersama semua peserta, PD IPM dan PP IPM kami bernyanyi bersama. Saat akhir acara saya sangat ingin mengajak bicara Fida Afif. Tetapi, seakan-akan ada sesuatu yang menarik diri agar tak berbicara. Akhirnya sayapun memutuskan untuk bersalaman saja. Ketika mencoba untuk bersalaman, saya didahului oleh peserta yang banyak untuk mencoba berkenalan dengan Fida Afif.  Melihat begitu sibuknya Fida Afif menyalami peserta lainnya, saya mengikhlaskan untuk tidak bersalaman. Tiba-tiba dari belakang saya dirangkul oleh Fida Afif. Ia menanyakan suatu hal “sepertinya pernah ketemu, dimana ya?” denngan hati yang senang saya menjelaskan, “kita pernah bertemu di pelatihan Jurnlistik yang diadakan di Unversitas Muhammadiyah Jember.  Mas ingat ?”  . “oh iya ingat!” jawabnya. Hati saya bak ditumbuhi sejuta bunga yang indah. Ternyata Fida Afif masih ingat dengan saya. Alhamdulillah. Di akhir perbincangan ia berpesan “semangat ya untuk sekolahnya  dan jadilah jurnalis hebat! “ . Saya jawab dengan hati yang sangat senang “Iya mas Terimakasih”, sambil berjabat tangan. Saya tak mengira ternyata saya mendapat kesempatan istimewa ini. Saya berharap suatu saat nanti saya bisa bertemu lagi dengan semua pemateri dan Fida Afif.Tak lupa juga saya berharap, saya bisa menjadi  Jurnalis Dimedia pertelevisian/radio/surat kabar Nasional Bahkan Internasional. Mereka menjadi Inspirasi Baruku Dalam Berkarya . (Muh. Mirza Irfan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s