Disalahkan: Takdir Sejarah Muhammadiyah

Oleh Agus Purwanto
Sejak kemarin saya diminta seorang sahabat untuk membaca tulisan Prof Thomas Jamaluddin (Muhammadiyah terbelenggu wujudul hilal metode lama yang mematikan tajdid hisab) tentang pandangan beliau atas hisab Muhammadiyah. Karena saya di kampung agak jauh dari akses internet maka saya nunggu balik Surabaya tetapi di KA saya pun juga digempur atas hisab Muhammadiyah. Saya coba beri pandangan tentang hisab dan kriteria yang digunakan Muhammadiyah(tentu ini versi saya pribadi). Beberapa postingan terkait ini juga bisa dibaca disini dan juga disini.
Iklan

Makna Mudik Bagi Pejabat Publik

Oleh David Efendi, Presiden Partai Rakyat Membaca

(1)Mudik sudah menjadi ritual budaya setiap tahun tidak hanya dirayakan oleh ummat Islam semata namun sudah menjadi bagian integral dari denyut nadi anak bangsa dari sabang sampai merauke, dari pulau berpenghuni paling padat sampai pelosok pedalaman yang sepi. Mudik, mengalami perluasan makna menjadi kebudayaan bangsa di mana setiap individu merasakan arti mudik secara kolektif dengan dimensi pemaknaan masing-masing. Ada mudik dengan muka berseri-seri, ada juga yang mengalami kesulitan luar biasa semenjak di perbekalan, finansial, sampai berdesak-desakan di jalan. Kadang justru mengalami kenaasan yang menyedihkan. Kita bisa lihat data tahun lalu yang menurut perhitungan dari beberapa sumber bahwa pada tahun 2010 tercatat sebanyak 1.351 kasus kecelakan selama mudik lebaran, 302 orang meninggal, luka berat 405 orang dan luka ringan sebanyak 826 orang (KPAI, 2011). Baca lebih lanjut